Andi Surfiadi Ketua Apdesi Bantaeng Terseret Kasus KDRT dan Perselingkuhan Mahasiswi KKN

Publik Kabupaten Bantaeng digemparkan oleh kabar dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

pemkot-makassar

SATUKLIKMEDIA.COM, BANTAENG – Publik Kabupaten Bantaeng digemparkan oleh kabar dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyeret nama Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) sekaligus Kepala Desa (Kades) Layoa, Kecamatan Gantarangkeke, Andi Surfiadi. Dugaan ini diungkapkan langsung oleh sang istri, Dini Anggreani (32), melalui unggahan di akun Facebook pribadinya.

Dalam postingan yang viral, Dini memperlihatkan sejumlah luka fisik yang terlihat jelas, seperti lecet di kelopak mata kiri, lebam di siku kanan, dan kulit lutut kanan yang mengelupas diduga akibat diseret. Selain bukti fisik, Dini juga menyertakan nomor register Laporan Polisi LP/B/206/VIII/2025/SPKT/Polres Bantaeng terkait kasus ini.

Dini menuturkan bahwa kekerasan yang dialaminya diduga dipicu oleh kecurigaannya terhadap suami yang dicurigai memiliki hubungan terlarang dengan seorang mahasiswi KKN dari salah satu universitas di Makassar bernama Bekris Enjeli. Ia mengaku bahwa suaminya sering menyembunyikan ponsel dan mengganti sandi secara tiba-tiba, sehingga usaha Dini meminjam ponsel tersebut selalu ditolak. Pertengkaran kemudian memuncak hingga kekerasan fisik terjadi di depan anak mereka.

Dalam curahan hatinya, Dini menyatakan rasa malu membagikan kisah keluarganya ke publik namun menegaskan bahwa batas kesabarannya sudah habis. Ia bahkan menuding sang suami sempat menginjak lehernya hingga nyaris merenggut nyawanya pada 18 Agustus 2025 pukul 08.00 WITA.

Kasus ini tengah menjadi perhatian aparat kepolisian setempat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Masyarakat dan publik diimbau untuk memberikan dukungan kepada korban KDRT dan menghormati proses hukum yang berjalan.

Leave a Reply