Wali Kota Makassar Dorong Sekolah Percontohan Berbahasa Arab di Manggala, Gandeng Wahdah Islamiyah

Wali Kota Makassar Dorong Sekolah Percontohan Berbahasa Arab di Manggala, Gandeng Wahdah Islamiyah

Munafri Arifuddin saat menerima audiensi Pengurus Wahdah Islamiyah yang dipimpin Ketua DPD Wahdah Islamiyah Makassar, Gishar Hamka, di Balai Kota Makassar.

pemkot-makassar

SATUKLIKMEDIA.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong lahirnya sekolah percontohan berbahasa Arab di Kecamatan Manggala. Gagasan itu ia sampaikan saat menerima audiensi Pengurus DPD Wahdah Islamiyah Makassar yang dipimpin Gishar Hamka, di Balai Kota Makassar, Senin (1/9/2025).

Munafri menegaskan, penguasaan bahasa asing merupakan kunci agar generasi muda Makassar bisa bersaing di level global. Selain bahasa Inggris, ia menilai bahasa Arab juga harus mendapat perhatian serius, khususnya bagi pelajar muslim.

“Negara-negara Timur Tengah saat ini berkembang sangat pesat. Sektor pendidikan, perdagangan, hingga energi tumbuh luar biasa dan membuka peluang besar bagi generasi kita. Sayangnya, masih banyak tenaga kerja kita yang hanya menguasai bahasa Inggris, padahal bahasa Arab sangat dibutuhkan di sana,” ujar Munafri.

Ia mencontohkan, peluang kerja dan studi di Qatar, Dubai, dan Bahrain kini terbuka lebar. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar bisa beradaptasi dengan lingkungan global yang semakin kompetitif.

Sekolah Negeri Jadi Percontohan

Untuk merealisasikan ide tersebut, Munafri mengusulkan kerja sama antara Pemkot Makassar dengan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Wahdah Islamiyah. Tahap awal, beberapa sekolah negeri di Kecamatan Manggala akan dijadikan percontohan dengan kurikulum tambahan berupa bahasa Arab, pembelajaran Al-Qur’an, serta penguatan karakter moral.

“Mari kita mulai dari Manggala. Mahasiswa PPL STIBA bisa turun langsung untuk mengajar di sekolah percontohan. Saya ingin sekolah ini jadi model pendidikan baru, yang menyiapkan generasi berdaya saing global tanpa meninggalkan akar nilai keislaman dan budaya kita,” jelas Munafri.

Menurutnya, jika sekolah percontohan ini berjalan sukses, Pemkot Makassar akan memperluas program serupa ke kecamatan lain.

Integrasi Pendidikan dan Lingkungan

Tidak hanya soal pendidikan, Munafri juga mengajak Wahdah Islamiyah berkolaborasi dalam bidang lingkungan. Ia meminta agar STIBA dijadikan lokasi percontohan pengelolaan sampah terpadu yang bisa terintegrasi dengan program urban farming.

“Saya ingin di STIBA kita siapkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Mulai dari penggunaan komposter, ecoenzyme, hingga maggot untuk mengurai sampah organik. Hasilnya bisa dipakai untuk urban farming, sementara sampah plastik dikumpulkan agar bernilai ekonomi. Jadi siklusnya utuh dan berkelanjutan,” papar Munafri.

Ia menegaskan, model pengelolaan sampah berbasis komunitas pendidikan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah dan kampus lain di Makassar. Dengan begitu, lingkungan yang bersih bisa tercapai, sekaligus menghadirkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Wahdah Islamiyah Siap Dukung

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Makassar, Gishar Hamka, menyambut baik arahan wali kota. Ia menyatakan Wahdah siap mendukung penuh, baik dalam program sekolah berbahasa Arab maupun pengelolaan lingkungan berbasis urban farming.

“Semua ide dan gagasan Pak Wali Kota, insyaAllah Wahdah siap mendukung. Mulai dari pendidikan, dakwah, hingga pengelolaan lingkungan. Kita akan siapkan lahan untuk urban farming, sekaligus teknis penguatan kurikulum bahasa Arab di sekolah percontohan Manggala,” ujarnya.

Gishar memastikan, hasil audiensi ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan teknis kerja sama. Pihaknya juga menyiapkan draft MoU sebagai dasar kontrak kolaborasi dengan Pemkot Makassar.

Modal Besar Menuju Kota Berdaya Saing

Kolaborasi antara Pemkot Makassar dan Wahdah Islamiyah ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan, tetapi juga mendorong pengelolaan lingkungan kota yang lebih modern. Munafri menilai, investasi terbesar sebuah kota adalah pada generasi mudanya.

“Makassar adalah rumah kita bersama. Kalau kita bisa menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, menguasai bahasa asing, dan peduli lingkungan, maka kota ini akan melompat lebih jauh ke depan,” tutupnya.

Dengan sinergi pendidikan dan lingkungan, Makassar ingin membangun citra sebagai kota yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga berfokus pada kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan.

Leave a Reply