Pancasila dan Tantangan Masa Kini: Apakah Kesaktian Ideologi Ini Masih Terjaga?

Oleh, Baro Nebo

pemkot-makassar

Pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, telah menjadi pilar utama bangsa ini selama hampir delapan dekade. Namun, di era modern 2025 yang sarat dengan arus globalisasi, kemajuan teknologi digital, dan berbagai dinamika sosial, banyak yang bertanya apakah kesaktian Pancasila sebagai fondasi ideologi bangsa ini masih terjaga dengan baik.

Sejak lahir pada 1 Juni 1945 oleh Bung Karno, Pancasila bukan hanya sekedar simbol, melainkan panduan hidup yang menyatukan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan di Indonesia. Tantangan zaman terus berubah mulai dari ancaman disintegrasi, intoleransi, polarisasi sosial, hingga penyebaran informasi palsu yang mudah melalui teknologi digital. Semua ini menjadi ujian nyata bagi pengamalan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa.

Meskipun Indonesia telah mencapai kemajuan di bidang pembangunan fisik dan digital, ketimpangan sosial dan konflik nilai masih sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila tidak boleh berakhir pada formalitas atau sekadar seremoni. Pancasila harus dihidupkan dalam tindakan nyata sehari-hari, baik dalam interaksi sosial maupun kebijakan publik. Keadilan sosial harus menjadi arah utama kebijakan pemerintah agar tidak ada lagi kelompok masyarakat yang merasa tertinggal atau terpinggirkan.

Peran generasi muda menjadi kunci dalam menjaga dan memperkokoh ideologi ini. Generasi digital saat ini berhadapan dengan hoaks, radikalisme, budaya instan, dan pengaruh budaya asing yang bisa mengikis nilai kebangsaan. Pendidikan Pancasila harus diperkuat tidak hanya sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai pengalaman hidup dan kebiasaan kolektif yang diinternalisasi melalui berbagai aktivitas sosial dan literasi digital.

Selain itu, pentingnya memperkuat toleransi dan semangat kebangsaan di tengah keragaman harus terus digelorakan agar Indonesia tetap utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesaktian Pancasila sejatinya membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk menolak segala bentuk intoleransi, diskriminasi, dan tindakan yang mengancam persatuan bangsa.

Memperkokoh Pancasila di masa kini berarti menjaga api ideologi agar tetap menyala di hati setiap warga negara, menuju Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Dengan semangat tersebut, harapan Indonesia Raya yang lebih kuat dan bersatu dapat terwujud di tengah tantangan global dan perkembangan zaman yang terus berubah.

Kini, kesaktian Pancasila di tangan kita semua, terutama generasi muda yang merupakan agen perubahan, menjadi penentu masa depan bangsa. Dengan memahami, mengamalkan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, ideologi ini tidak hanya akan bertahan, tetapi menjadi sumber kekuatan moral untuk Indonesia yang lebih baik.

Leave a Reply