SATUKLIKMEDIA.COM, WAJO – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, resmi membuka Halaqah Internasional di Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Kamis malam (2/10). Forum ini mengangkat tema “Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats.”
Dalam pidatonya, Menag menguraikan makna mendalam dari perintah iqra’ dalam Alquran, yang tidak hanya sekadar membaca huruf, tapi juga membaca alam semesta, diri manusia, dan kitab suci sebagai satu kesatuan ilmu dan wahyu. Ia menekankan pentingnya pesantren berkembang tidak hanya dalam bacaan tekstual, tapi juga dalam pemahaman multidisipliner yang mengaitkan semantik dan antropologi.
“Alquran itu bukan sekadar informasi, tapi konfirmasi. Membaca Alquran berarti membaca alam, membaca diri, lalu mengkonfirmasikan semuanya dengan wahyu. Inilah tradisi ilmiah pesantren yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Menag juga menyoroti empat lapisan dalam iqra’: Alquran, isyarat Alquran, lathaif Alquran, dan haqaiq Alquran, mengajak masyarakat pesantren untuk selalu meninjau ulang teologi dan mengadopsi bingkai ekoteologi demi transformasi perilaku dan cara berpikir yang lebih baik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025 yang berlangsung di Kabupaten Wajo, menjadi momentum penting pelestarian tradisi dan pengembangan solusi keilmuan pesantren yang membawa manfaat luas bagi peradaban.
Leave a Reply