Munafri Arifuddin (Appi): Role Model Kepemimpinan Golkar Sulsel untuk Mengembalikan Kejayaan Partai

Munafri Arifuddin (Appi): Role Model Kepemimpinan Golkar Sulsel untuk Mengembalikan Kejayaan Partai

pemkot-makassar

Oleh: Dr. Syamsul Bahri M.Si 
Akademisi/Pemerhati Sosial Politik

Menyoroti tantangan besar Partai Golkar untuk mengembalikan dominasinya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan mengedepankan sosok Munafri Arifuddin (Appi) sebagai kandidat yang paling relevan untuk peran tersebut. Penilaian ini didasarkan pada kapasitas kepemimpinan Appi yang terbukti, posisinya yang strategis di ibu kota provinsi, serta kebutuhan mendesak partai untuk memiliki role model yang inspiratif.

​Bukti Kapasitas Kepemimpinan (Role Model)

​Seorang role model adalah teladan yang perilaku, sikap, dan pencapaiannya dikagumi. Dalam konteks Golkar Sulsel, Appi dinilai telah membuktikan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan:

  1. Kemenangan Elektoral di Pusat Strategis: Appi berhasil terpilih sebagai Wali Kota Makassar dengan Golkar sebagai partai pengusung, menunjukkan kemampuannya memenangkan kontestasi di wilayah paling strategis di Sulsel (Ibu Kota Provinsi).
  2. Meningkatkan Dominasi Partai: Keberhasilannya menggerakkan partai dibuktikan dengan pencapaian Golkar di Makassar pada Pemilu 2024, di mana partai berhasil meningkatkan jumlah kursi DPRD dan meraih suara terbesar di kota tersebut.
  3. Agen Perubahan: Kepemimpinan Appi dinilai mampu menjadi agen perubahan, menanamkan nilai-nilai positif, dan memotivasi seluruh kader Golkar.

​Fondasi yang Harus Diperkuat Partai Golkar

​Pengamat menegaskan bahwa keberhasilan Golkar merebut kembali dominasi di Sulsel tidak cukup hanya dengan figur kuat, tetapi harus didukung oleh mesin partai yang solid dan terpadu, melalui dua kekuatan utama:

​1. Kekuatan Internal (Fondasi)

​Penguatan internal adalah hal mendasar yang harus dilakukan secara cepat dan simultan, mulai dari tingkat paling bawah hingga provinsi. Poin-poin pentingnya meliputi:

  • Penguatan Struktur: Konsolidasi struktur partai dari tingkat Kelurahan (RT/RW) hingga Provinsi (DPD I).
  • Kaderisasi Berkelanjutan: Proses pembibitan dan pembobotan kader khas Golkar harus terus berjalan, bahkan bagi kader yang sudah menjabat di pemerintahan.
  • Disiplin Mesin Partai: Seluruh mesin partai di setiap tingkatan harus bergerak sesuai arahan dan instruksi yang tertuang dalam AD/ART dan kebijakan pimpinan.

​2. Kekuatan Eksternal (Pendobrak Suara)

​Setelah internal terbenahi, konsolidasi eksternal secara inklusif menjadi keharusan. Golkar harus mengaktifkan seluruh aset organisasinya untuk menjadi mesin pendobrak suara yang efektif di tengah masyarakat. Aset ini meliputi:

  • Organisasi Didirikan: Seperti AMPI, AMPG, KPPG, Satkar Ulama, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya, dan Majelis Dakwah Indonesia.
  • Organisasi Mendirikan: Seperti SOKSI, Kosgoro 1957, MKGR, dan GAKARI.

​Sinergi terpadu antara partai dengan semua elemen ini akan menjadi kekuatan luar biasa.

​Posisi Strategis Munafri

​Opini tersebut menyimpulkan bahwa sangat realistis jika Munafri Arifuddin memimpin DPD I Golkar Sulsel. Posisinya sebagai Wali Kota Makassar memberinya modal politik dan strategis yang sangat kuat. Dari ibu kota provinsi, Appi dapat mengorkestrasi seluruh konsolidasi internal dan eksternal ini secara lebih efektif, menjadikannya figur sentral untuk mengembalikan kejayaan Partai Beringin di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply