SATUKLIKMEDIA.COM, JAKARTA – PT Semen Tonasa menegaskan kembali komitmennya dalam pelestarian Bentang Alam Karst Maros-Pangkep, yang merupakan kawasan operasional sekaligus warisan geologi global, dalam ajang Indonesia’s Geopark Leader Forum. Forum bertema “Building Knowledge for Indonesia’s Geopark Development” ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) pada Rabu (3/12/2025) di Jakarta.
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, tampil sebagai pembicara kunci, menyoroti posisi strategis perusahaan sebagai industri semen yang beroperasi di kawasan Karst Maros-Pangkep, bentang alam karst terluas kedua di dunia. Ia menekankan bahwa keberlanjutan dan pelestarian lingkungan telah menjadi prioritas utama yang terintegrasi dalam setiap langkah bisnis.
“Kami menyadari bahwa kawasan karst bukan hanya ruang operasional, tetapi juga warisan geologi dan budaya yang memiliki nilai luar biasa bagi masyarakat dan dunia,” ujar Anis. “Setiap langkah bisnis selalu mempertimbangkan pelestarian lingkungan.”
Sebagai bukti nyata, PT Semen Tonasa telah menetapkan Kawasan Konservasi seluas 33,61 hektare melalui SK No. 120/KPTS HK.00.02/31.00/01-2023. Kawasan konservasi ini bertujuan melindungi keanekaragaman hayati unik yang ada, sekaligus menjadi bagian integral dari dukungan perusahaan terhadap inisiatif Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark.
Lebih lanjut, Anis memaparkan komitmen perusahaan yang diwujudkan melalui serangkaian program, termasuk edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah geopark. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan industri dapat berjalan selaras dan mendukung upaya perlindungan kawasan karst.
Partisipasi aktif dan konsistensi PT Semen Tonasa dalam mendukung program geopark nasional mendapat apresiasi tinggi. Dalam forum tersebut, GM Komunikasi dan LGA PT Semen Tonasa, Muhammad Mursham, menerima Piagam Rahayaning Bhumi Rahayu Mitra dari Sekretaris Tim Pelaksana KNGI, Leonardo A.A. Teguh Sambodo.
Forum yang turut dihadiri pakar UNESCO melalui International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP), perwakilan Bappenas, akademisi, serta kepala daerah pengelola geopark, juga menekankan peran geopark sebagai pilar konservasi, edukasi, dan ekonomi lokal berbasis geologi, hayati, dan budaya, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Kehadiran Direktur Utama PT Semen Tonasa dalam forum ini menjadi contoh kolaborasi sektor swasta dalam mendukung gerakan pelestarian alam dan warisan geologi Indonesia.
Leave a Reply