Dukungan 21 DPD II Menguat ke Munafri Arifuddin, Pengamat Nilai Jalan Menuju Ketua Golkar Sulsel Kian Terbuka

Dukungan 21 DPD II Menguat ke Munafri Arifuddin, Pengamat Nilai Jalan Menuju Ketua Golkar Sulsel Kian Terbuka

DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Timur Menyatakan Dukungannya terhadap Munafri Arifuddin (09/01/2026)

pemkot-makassar

SATUKLIKMEDIA.COM, MAKASSAR – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026, dinamika politik internal partai berlambang pohon beringin tersebut semakin menguat. Konsolidasi di tingkat struktur partai, khususnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II kabupaten dan kota, menunjukkan arah yang semakin jelas dan terukur.

Arus dukungan mayoritas DPD II Golkar Sulsel kini mengerucut kepada Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Figur yang akrab disapa Appi itu dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta legitimasi politik yang kuat untuk memimpin DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan pada periode mendatang.

Menguatnya dukungan ini menjadi sinyal adanya kehendak kolektif dari struktur partai di daerah untuk menghadirkan kepemimpinan yang solid, inklusif, dan mampu mengonsolidasikan kekuatan Golkar secara menyeluruh di Sulawesi Selatan, terutama menghadapi agenda politik ke depan.

Sebelumnya, sebanyak 19 DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota telah secara terbuka menyatakan dukungan kepada Munafri Arifuddin untuk maju dalam Musda Golkar Sulsel. Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan secara simbolik, tetapi juga dibarengi dengan komitmen politik untuk menjaga soliditas partai dan memperkuat posisi Golkar sebagai kekuatan politik utama di daerah.

Gelombang dukungan itu kembali bertambah setelah DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Timur serta Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Toraja Utara secara resmi menyatakan dukungannya pada Jumat malam, 9 Januari 2026. Dengan tambahan tersebut, total 21 dari 24 DPD II Partai Golkar di Sulawesi Selatan telah menyatakan sikap politik untuk mendukung Munafri Arifuddin sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.

Dukungan mayoritas DPD II ini langsung menarik perhatian kalangan pengamat politik. Direktur Nurani Strategic Consulting sekaligus pengamat politik, Dr. Nurmal Idrus, menilai derasnya arus dukungan kepada Munafri Arifuddin sebagai indikator positif bagi masa depan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

“Bertambahnya dukungan dari mayoritas DPD II semakin mempertegas posisi Munafri Arifuddin sebagai figur kuat dan potensial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel,” ujar Nurmal, Sabtu (10/1/2026).

Mantan Ketua KPU Kota Makassar itu menilai, soliditas dukungan dari struktur partai di tingkat kabupaten dan kota mencerminkan adanya konsolidasi internal yang sehat. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya menunjukkan kekuatan basis Munafri Arifuddin di akar rumput partai, tetapi juga menjadi penanda bangkitnya energi baru dalam tubuh Golkar Sulsel.

“Solidnya dukungan DPD II adalah hal yang sangat positif. Ini menunjukkan Golkar sedang berada dalam fase konsolidasi dan memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dengan kepemimpinan yang kuat,” tuturnya.

Nurmal menambahkan, jika melihat eskalasi dukungan yang begitu masif dalam waktu relatif singkat, peluang Munafri Arifuddin untuk menahkodai DPD I Partai Golkar Sulsel berada pada posisi yang sangat menguntungkan. Dukungan 21 DPD II, atau sekitar 81 persen dari total DPD II di Sulsel, dinilai bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan kehendak kolektif kader daerah.

“Dalam tradisi Golkar, suara DPD II adalah kunci. Angka 21 itu sangat menentukan. Ini menunjukkan bahwa Appi berhasil membangun simpul kepercayaan yang kuat di tingkat daerah,” jelasnya.

Secara matematis, lanjut Nurmal, dengan mayoritas dukungan yang telah dikantongi, posisi Munafri Arifuddin hampir sulit dibendung dalam Musda mendatang. Bahkan, peluang terpilih secara aklamasi dinilai terbuka lebar jika tidak muncul dinamika signifikan menjelang pelaksanaan Musda.

Selain faktor dukungan struktural, posisi Munafri Arifuddin juga dinilai tengah berada di puncak performa politiknya. Keberhasilannya memimpin DPD II Partai Golkar Kota Makassar, serta pengalamannya sebagai Wali Kota Makassar, menjadi referensi penting bagi DPD II lain dalam menilai kapasitas dan kapabilitas kepemimpinannya.

“Para Ketua DPD II melihat Appi sebagai figur yang membawa energi baru. Ia juga dinilai memiliki logistik politik yang stabil serta kemampuan manajerial organisasi yang dibutuhkan Golkar untuk menghadapi tantangan politik dan pemilu ke depan,” ungkap Nurmal.

Bergabungnya DPD II Partai Golkar Luwu Timur dan Toraja Utara ke dalam barisan pendukung Munafri Arifuddin juga dipandang sebagai sinyal bahwa dukungan tersebut tidak terpusat di wilayah tertentu. Menurut Nurmal, hal ini menunjukkan bahwa Appi mampu menembus basis-basis daerah yang sebelumnya masih dinamis dan cenderung terbagi.

“Ini memperlihatkan bahwa Appi dipandang sebagai figur jalan tengah yang mampu merangkul berbagai faksi di internal Golkar Sulsel,” ujarnya.

Meski demikian, Nurmal mengingatkan adanya satu faktor krusial yang tetap perlu dicermati Munafri Arifuddin, yakni pendekatan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta. Walaupun dukungan DPD II telah mencapai mayoritas signifikan, keputusan akhir Musda provinsi tetap melibatkan pertimbangan DPP.

“Variabel terakhir tetap berada di DPP Golkar. Biasanya DPP bersikap realistis, tetapi penentuan Ketua DPD I tidak selalu semata-mata ditentukan oleh suara terbanyak di tingkat DPD II,” katanya.

Menurutnya, kehati-hatian dan komunikasi politik yang intens dengan pengurus pusat menjadi kunci agar keunggulan dukungan daerah tidak tereduksi oleh dinamika di tingkat nasional. (*)

Leave a Reply