SATUKLIKMEDIA.COM, SINJAI – Menjelang hari besar Idul Adha 1447 Hijriah, pengurus Masjid Jami Nailul Maram bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi. Melalui rapat koordinasi yang digelar usai salat Magrib pada Senin (6/4/2026), jajaran takmir masjid menyepakati sejumlah agenda strategis demi kenyamanan jemaah dan kelancaran ibadah kurban mendatang.
Pertemuan yang berlangsung khidmat di ruang utama masjid ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Masjid Jami Nailul Maram, Muzawwir, didampingi Sekretaris Takdir Kahar. Fokus utama dalam rembuk warga ini adalah memantapkan manajemen pengelolaan masjid secara partisipatif.
Salah satu poin krusial yang diputuskan adalah pembentukan struktur Panitia Kurban 1447 H. Langkah awal ini diambil lebih dini untuk memastikan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban nantinya berjalan lebih tertib, higienis, dan tepat sasaran.
Selain kurban, pengurus juga mulai menggodok usulan nama khatib dan imam yang akan bertugas pada pelaksanaan Salat Idul Adha. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan matang agar hari raya kurban tahun ini terasa lebih bermakna bagi seluruh warga di sekitar masjid.
Tidak hanya membahas agenda temporer, rapat ini juga menjadi wadah evaluasi menyeluruh terhadap operasional masjid. Muzawwir menekankan pentingnya penguatan Standard Operating Procedure (SOP) di setiap bidang kepengurusan.
“Kami ingin masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah rutin, tetapi benar-benar menjadi pusat kebaikan yang representatif bagi jemaah. Oleh karena itu, masukan terkait pemeliharaan fisik dan pengembangan bangunan masjid sangat kami apresiasi,” ujar Takdir Kahar.
Dalam suasana yang penuh keakraban, masing-masing koordinator bidang memberikan umpan balik mengenai alur kerja organisasi. Diskusi terbuka ini bertujuan untuk meminimalisir kendala koordinasi dan memupuk semangat kebersamaan antar-pengurus dalam memakmurkan masjid.
Komitmen yang ditunjukkan oleh pengurus Masjid Jami Nailul Maram menegaskan posisi masjid sebagai titik sentral gerakan kebaikan dan ruang musyawarah yang inklusif bagi masyarakat sekitar.
Leave a Reply