Tim PKM PGPAUD UNM Latih Guru PAUD di Gowa Kembangkan Media Flip Panel Numerasi Awal

Tim PKM PGPAUD UNM Latih Guru PAUD di Gowa Kembangkan Media Flip Panel Numerasi Awal

Foto Bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar bagi para guru PAUD di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

pemkot-makassar

SATUKLIKMEDIA.COM, GOWA — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi anak usia dini terus dilakukan kalangan akademisi. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar bagi para guru PAUD di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Pembuatan Media “Flip-Panel Numerasi Awal” bagi Guru PAUD untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan Konkret Anak Usia 5–6 Tahun tersebut berlangsung di TK ABA Bontomero pada 18 April 2026.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 guru PAUD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala PAUD (K3) Kecamatan Bajeng. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga praktik langsung membuat media pembelajaran.

Program pengabdian tersebut dipimpin oleh Delvhina Manga, S.Pd., M.Ed., bersama tim yang terdiri atas Dr. Hj. Herlina, M.Pd., Fadhilah Afifah, S.Pd., M.Pd., dan Sri Rika Amriani, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Lindasari dan Ummi Wahyuni sebagai bagian dari dukungan pelaksanaan di lapangan.

Pelatihan ini hadir sebagai respons terhadap masih terbatasnya media manipulatif dalam pembelajaran matematika konkret di tingkat PAUD. Kondisi tersebut selama ini dinilai menjadi salah satu kendala guru dalam membantu anak memahami konsep dasar numerasi, khususnya penjumlahan sederhana.

Selain keterbatasan media, para guru juga dinilai masih minim pengalaman dalam merancang alat belajar sederhana yang dapat digunakan secara berulang dan aplikatif di kelas. Akibatnya, pembelajaran matematika bagi anak usia dini kerap berlangsung abstrak sehingga sulit dipahami anak.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep numerasi awal dan prinsip pembelajaran matematika konkret untuk anak usia dini. Setelah sesi teori, para guru kemudian melakukan simulasi dan praktik langsung membuat media “Flip Panel Numerasi Awal”.

Media tersebut dirancang sederhana, menarik, fleksibel, dan mudah direplikasi menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Selain dapat digunakan berulang kali, media ini juga memungkinkan anak belajar melalui pengalaman konkret dan eksploratif.

Keunikan pelatihan ini terletak pada pendekatan learning by doing yang diterapkan secara terstruktur. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung menghasilkan media pembelajaran yang siap digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan skor pretest dan posttest. Seluruh peserta juga berhasil membuat media pembelajaran secara mandiri dan memahami cara mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Ketua tim PKM, Delvhina Manga, mengatakan bahwa pembelajaran matematika di tingkat PAUD seharusnya dimulai dari pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan anak, bukan langsung pada simbol-simbol abstrak.

“Pembelajaran matematika di PAUD seharusnya tidak dimulai dari simbol, tetapi dari pengalaman konkret yang bermakna. Melalui media sederhana seperti flip panel, guru dapat membantu anak memahami konsep secara lebih alami dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini. Dengan kemampuan menghadirkan media belajar yang konkret, sederhana, dan menarik, guru dapat membantu membangun fondasi berpikir matematis anak sejak dini.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Tim PKM PGPAUD UNM berharap para guru PAUD di Kabupaten Gowa dapat terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan aplikatif, sehingga kualitas literasi numerasi anak usia dini dapat meningkat secara berkelanjutan.

Leave a Reply