RDP Investasi PT Conch di Barru Memanas, Perwakilan Gappembar Walk Out dan Sempat Dihadang

RDP Investasi PT Conch di Barru Memanas, Perwakilan Gappembar Walk Out dan Sempat Dihadang

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Barru terkait rencana investasi PT Conch berlangsung memanas dan berujung pada aksi walk out dari salah satu peserta rapat, yakni perwakilan organisasi mahasiswa

pemkot-makassar

SATUKLIKMEDIA.COM, BARRU – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Barru terkait rencana investasi PT Conch berlangsung memanas dan berujung pada aksi walk out dari salah satu peserta rapat, yakni perwakilan organisasi mahasiswa.

RDP tersebut menghadirkan berbagai pihak, mulai dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Barru, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Gappembar.

Sejumlah anggota legislatif yang hadir di antaranya Ketua Komisi II DPRD Barru Syamsurijal, Wakil Ketua I DPRD Barru Andi Yenni, serta anggota DPRD lainnya seperti Herman Jaya, Syahrul Ramdani, Andi Wawo, dan Armasyah.

Rapat ini digelar untuk membahas rencana investasi PT Conch, perusahaan asal Tiongkok, yang akan beroperasi di wilayah Kabupaten Barru. Namun, sejak awal pembahasan, forum diwarnai perbedaan pandangan antara pihak yang mendukung dan yang menolak kehadiran perusahaan tersebut.

Kelompok yang menolak menilai rencana investasi tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan sosial masyarakat. Sementara pihak yang mendukung memandang investasi itu sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja.

Ketua Gappembar, Afis, dalam forum tersebut menyampaikan bahwa aksi penolakan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah. Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki sejumlah tuntutan yang ingin disampaikan kepada pemerintah daerah, termasuk mendorong agar diberikan surat peringatan pertama (SP1) kepada perusahaan tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menyikapi rencana investasi yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.

Awalnya, jalannya rapat berlangsung relatif kondusif meskipun diwarnai perdebatan. Namun, suasana mulai memanas ketika diskusi tidak menemukan titik temu antara pihak-pihak yang terlibat.

Ketegangan meningkat hingga akhirnya perwakilan Gappembar memutuskan untuk meninggalkan ruang rapat sebagai bentuk protes terhadap jalannya forum yang dianggap tidak mengakomodasi aspirasi mereka.

Situasi semakin memanas ketika perwakilan Gappembar keluar dari ruang rapat. Di luar lokasi, mereka disebut mendapat teriakan dari sejumlah pihak yang diduga merupakan pendukung investasi PT Conch.

Tidak hanya itu, terjadi pula aksi penghadangan terhadap rombongan mahasiswa tersebut, yang menambah ketegangan dalam dinamika pembahasan investasi ini.

Peristiwa tersebut mencerminkan kuatnya pro dan kontra di tengah masyarakat terkait rencana masuknya investasi asing di Kabupaten Barru. Selain menyangkut aspek ekonomi, isu ini juga bersinggungan dengan kepentingan lingkungan, sosial, dan keberlanjutan daerah.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final yang dihasilkan dari RDP tersebut. DPRD Barru bersama pemerintah daerah diharapkan dapat mencari titik temu yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, baik dari sisi investasi maupun perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.

RDP ini sekaligus menjadi gambaran bahwa setiap rencana investasi besar membutuhkan proses komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan transparan agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat

Leave a Reply